Secangkir Teh Hangat
Tepat pukul 12 malam, tanpa suara dan kebisingan dari rakusnya kaum (B)ego.
Pada secangkir teh aku manaruh nyaman dari bingasnya keserakahan.
Tak berharap akan esok kembali bertemu,
Pun terlarut pada dekapan secangkir teh hangat.
Aku pada secangkir teh hangat.
Seruput perlahan tubuh bergelinjang.
Tentram dan hangat.
Bak pelukan dari wanita jalang
#PcanduPena
Rizal Wahid
Komentar
Posting Komentar