Demokrasi Sedangkal Mata Kaki
Kegaduhan seperti biasanya terdengar di setiap pagi, bukan berasal dari rumah aryo, melainkan tetangga yang terkekang pada musik dangdut tahun 90-an, seperti mewajibkan dirinya untuk menyetel musik itu setiap pagi hari. Telinga Aryo terbiasa dengan keserakahan itu, ia menganggap sebagai pengganti jam weker yang sudah ia rusak akibat mengganggu ketenangan tidurnya. Aryo merupakan bocah kecil yang sudah diajarkan tentang demokrasi oleh Pak Darmojo sejak dini, ia adalah guru satu-satunnya yang Aryo percaya. Aryo anak yang introvert, anak tunggal yang tidak diberikan kakak dan adik. Sehingga, lingkungan memberikan pelajaran bahwa kesendirian merupakan ketenangan yang sebenar-benarnya. Tidak ada perintah dalam hidup Aryo. Sehingga sebuah jam pun Aryo membencinya, ia menganggap manusia yang memakai jam tangan dan bergantung pada waktu merupakan manusia yang tidak demokrasi, kebebasan mereka sudah direnggut oleh sebuah barang pabrikan. “Pikir Aryo Aryo merupakan manusia yang mendeklaras...
