Sederhananya malam itu
Malam itu, di caffe depan ruko kita berjanji untuk bertemu. Aku tepati begitupun sebaliknya, sederhananya kita bertemu hanya untuk pamit dan sederhananya kita saling ucap janji satu sama lain. Aku menunggu dan kau datang tetap padaku, Janji yang sederhana.
Malam itu juga aku tau. Sesederhana itu sebuah kebahagiaan, aku teringat waktu kamu menulis apa warna kesukaanku dan hebatnya kau tau. Aku tersenyum dan begitupun sebaliknya.
Malam itu, kita memesan makan dan minum apa yang kita suka satu sama lain. Jika aku ingat kau memesan roti bakar dan aku sosis panggang dengan irisan kentang di sampingnya, kita bahagia. Tentu, aku cicipi makananamu dan begitupun sebaliknya
Dilain hal, malam itu juga kau berpamitan ingin pergi ke suatu tempat. Di ujung kota yang entah apa kebiasaan disana, aku sedih ? Tidak, hanya takut kau kenapa-kenapa , bukan tentang cinta. Tapi keamanan tanpa aku sebagai tamengmu, kau bersedih akupun sebaliknya
Kita selalu sama sama merasakan satu sama lain, dalam hal bahagia dan kesedihan yang sederhana itu
Tapi, malam ini aku menjadi saksi kebahagiaanmu tidak bersamaku, namun dia. Entah siapa dia datang bersamamu, kau bahagia dan tidak lagi sebaliknya. Aku bersedih.
Malam ini, aku menjadi saksi kebahagiaanmu dan dia, begitupun sebaliknya. Kalian menjadi saksi kesedihanku, bahkan berkelanjutan.
Dan malam ini aku berjanji dengan sesederhana mungkin. Tidak untuk menemuimu lagi, bahkan hingga esok, lusa, dan seterusnya.
#pecandupena
Rizalwahid~

Komentar
Posting Komentar