Alam Satukan Kita




Acuh memang sifat kita dulu
Diam hobi kita yang lalu
Ku diam kaupun diam
Ku coba untuk bangun dan melangkah
Kau tetap saja diam
Tanpa sapaan terucap sang bibir manis
Mungkin pencipta bosan dengan kita
Sang pencipta mulai bertindak tega
Menyuruh alam satukan kita

Ku coba dekati dengan hembusan angin yang memaksa
Kucoba hentikan langkah, namun alam mulai murka
Mungkin alam suka padanya
Baiklah, ku coba menyapa
Kata “hi” yang pertama terucap dengan mesra
Dia diam ? tidak. sapaan balik keluar dari bibir manisnya
Langitpun mulai senang, hingga menangis gembira

Hujan mulai menerpa kita berdua
Memang alam memaksa untuk satukan kita

Ku terdiam kaku, diatap gubuk reot dengannya
Tapi tak masalah, dengannya gubuk seperti singgahsana
Diam tanpa ucapan dan obrolan walau satu kata
Namun sang pencipta mulai bosan
Memaksa sang mulut untuk berkata

Ku paksa untuk menyapa
Hingga berakhir dengan obrolan-obrolan manja
Tak terasa waktu banyak kita sita
Hingga matahari kembali tersenyum cerah
Hujanpun mulai reda

Kita kembali mulai melangkah
Untuk berpisah dalam dua arah

Aku harap alam mulai rindu
Untuk satukan kita dalam lain waktu
Aku memohon pada waktu
Untuk kembali pertemukan kita seperti yang lalu

#pecandupena
#rizalwahid

Komentar

Postingan Populer