Aku, aksi, dan puisi

...... ini tentangku.....
"Antar aku ke kampus" pintaku pada sang supir angkot Dengan musik dangdut yang menyandar bersahabat, sambil Ku pandangi setiap penumpang dengan diam. Dengan gairah besar sang supir mengantar dengan suka rela. Hanya saja. "Bayaran mana mas/mba ?" selalu teriak supir pada kami tanpa enggan, "Jurusan berbeda ya beda harga" ucap si supir gila
Kau tau kawan ?
Seorang parubaya turun dengan secara paksa, Hanya karena uang bayar yang dia tak punya, Bagaimana dia merasa bahagia ? Jurusan yang di tuju pun sampai pun tidak.
...
Sesampainya dikampus
-----
Bergemuruh teriak teriak seperti pencipta murka. Kutengok Dengan tidak sadar mata tertuju pada segerumpul mahasiswa.
Aku mendekat...
dengan gagah mereka sembari towa yang mengangkat
"Hilangkan denda UKT, turunkan UKT" pinta mereka pada sang BAPA. Tatapan kagum serasa aku ingin mencoba, sepertinya tidak. Malu takut aku tak bisa.
Baiklah....
Bukan karena tidak ikut aksi sampai dikatain banci, Sepertinya aku punya seni.
Seperti puisi, mampu untuk mengkritisi sistem kampus saat ini.
...
Baiklah aku mulai tulis puisiku
__
" Kampusku seperti angkot tua
Yaaah, penumpangnya berbagai rupa
Dari banten sampai luar pulau jawa
Bapa supirnya memang ada, siap mengantar kami ke jurusan jurusan yang ada
Hanya saja, banyak penumpang yang turun ditengah jalan dengan paksa
Hanya karena mereka tidak mampu membayar UKT segera
Kami mahasiswa, cita cita kami wisuda
jangan sampai "dapat membayar ukt" kami jadikan cita cita
Kami mahasiswa, bukan pekerja !
Maklum kami keberatan dengan sistem yang ada
Uang saja masih dari orang tua, BUKAN DARI BAPA
Kami cinta kampus dan bapa
Hanya benci sistem yang ada
Wajar kami berkoar dimana mana
Segala hormat untuk bapa
Ringankan kami pada UKT yang ada"
.....
Mengingat pada waktu pagi, dengan dalam angkot yang banyak tragedi. Yaah aku berterima kasih. Pada tragedi angkot, aksi lalu kusatukan menjadi puisi...
#pecandupena
~rizalwahid

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer