Puisi awarima

Otak mulai beku dan mengeras
Ketidaktahuan akan alur puisi kalbu
Tamparan renung dalam pojok ruang kamar raja,
Dengan sisa-sisa diksi yang awarima.
.......
Senja menghilang
Masih termasifkan atas derita yang dikenang
Mengingat cerita di pagi buta
Aku tertepar dalam kemerenungan
Tak berarah,
Tak berrima,
Tak beralur, dan
Tak punyai makna.

Puisi ku berbentuk abstrak
berkelanjutan hingga subuh ranum
.....
Puisiku masih tak bermakna.
musnahkan!

#pecandupena
Rizalwahid~

Komentar

Postingan Populer