Si miskin yang tak didengar
Simiskin punya cerita
Tapi bukan tentang hal yang ceria
Simiskin yang penuh keluh kesah
Atas dasar kepemimpinan yang ada
Aku si miskin yang tak punya apa-apa
Ragapun berlaku hanya saat pemilihan suara
Aku si miskin yang tak bisa apa-apa
Bergerak berontakpun kau anggapku lumpuh tua
Tapi aku si miskin yang pandai menulis
Alasan suara tak di dengar dan tentangku kau apatis
Aku si miskin dari sudut kota tua
Yang ku fikir apakah wilayahku masih indonesia ?
Sedih nan merana..
Bagai ayam dikandang singa
Mereka ucap negeri ini kaya akan sumber daya
Hah ? Cuihhh... ku bantah dengan mentah-mentah
Mungkin iya, tapi bukan aku yang merasa, tapi
Mereka penikmat para kolega
Atau para kapitalis-kapitalis muda
Bagiku negeri ini hanya tempat pendosa
Yang lupa atas dasar harta
Aku si miskin bukan gila harta
Atau hingga tua penuh ceria
Tentangku, yaaa si miskin.
Aku keluar rumah hanya sehari dua waktu
malam nan pekat dan subuh yang petang
Malam yang kugunakan mencari sisa makanan surga kota
Dan, subuh ku gunakan mencari sisa-sisa harta yang sudah tak guna
Sedih nan merana..
Bukan enggan menikmati dunia
Namun karena miskin yang tak boleh sakit hingga tua
Bacalah tulisan si miskin ini
Hingga terbaca oleh para pemimpin pemimpin tua
Dengan segala janji bèrbagai rupa
Dengan harap simiskin menikmati juga dunia
Bukan yang enggan keluar rumah
Yang Hanya menanti surga dalam kematian jiwa
#pecandupena
Rizalwahid~
Komentar
Posting Komentar