Rintihan si anak kecil


Kusut mimik menyambar si anak kecil belia
Dari jendela ruang belajar yang ia tengok hingga senja
Kusut pakaian berbeda dengan anak sekolah disana
Dengan harap dapat duduk dan menulis beriang gembira.
.....
Hening
Hingga Bel sekolahpun berbunyi
"Waktunya pulang" ucap si parubaya pada murid.
Yaaah, mungkin itu teriakan untukku juga.

-keesokan hari-
Kembali semangat melangkah untuk jumpai singgahsana 
Kembali kenakan busana yang berbeda dengan yang lainnya.
Kusut, bau, dan kusam.
mawarpun enggan menyambut dengan mekarnya
Hanya tekad yang menyandar pada harapan pendidikan sejahtera.

Aku anak kecil yang ingin sekolah.
Dengan bebas membaca yang tak seperti di jajah
Aku anak kecil yang ingin membaca.
Yang harapan menjadi pemimpin di kalangan biasa
Bukan jadikan kemewahan dalam kota
Taman dimana mana
Tapi penggusuran rumah warga seperti hal biasa.
Aku anak kecil yang ingin menulis
Untuk kubuat cerita pada anak cucuku
Bahwa peperangan konyol sempat terjadi pada bangsa ini
Yaaah, peperangan mencari kebenaran agama dengan penafsiran yang berbeda beda. 
Tapi tidak melihat keterpurukan kaum kecil yang ingin belajar sejahtera.

Bangsa ini hanya tempat pendosa
Gila harta, gila kuasa, gila! yah orang itu pada gila.

Aku anak kecil ingin belajar,
Aku anak kecil ingin pintar baca,
Aku anak kecil ingin pintar nulis.

Cukup!
......

#pecandupena
rizalwahid~

(Foto diambil dari google)

Komentar

Postingan Populer