Puisi taman baca

Taman baca yang merindu
........
Hening, kelam, tua dan terlupakan
"tak terdengar suara berintik baca dari biasanya,
Pun hilang ibu bercerita pada si anak manja" rintihan rindu ku untuk si para pembaca.

Aku yang rindu,
Rindu akan arjuna yang membacakan puisi pada sang putri
Memaksa balas kasih dari hati putih.
Aku yang rindu,
Mendengar tawa yang terbahak lahir dari dongeng si bibi
Sambil menyuap sesendok nasi pada anak majikan putri.

Usang nan kelam
.........
Aku si taman baca yang merindu si pembaca hingga malam.
Saat ini, hanya angin yang bersuara membiarkan daun berjatuhan dari sang pohon tua. Atau,
Gesekan besi taman yang berkarat secara perlahan berkelanjutan.

Aku si taman baca yang merindu,
Sudah di lupa hingga berujung pilu.
buku-buku menjadi berkerut tua, renta rapuh, dan jadi abu.
Hanya menunggu ajal lewat si rayap pemakan buku.

Pesan si taman baca : "Bacalah. Lalu ceritakan kisah pada para cucu adam dan hawa nanti, jangan jadikan mereka buta akan pengetahuan. Hanya karena dirimu luput untuk membaca"

#pecandupena
Rizalwahid~

Komentar

Postingan Populer